Minggu, 23 Desember 2012

Home » » Metode Bernheim -Coue

Metode Bernheim -Coue

Diposting oleh Bisnis Investasi
0

Metode Bernheim -Coue
Langkah 1
Pasien berbaring di atas dipan, mengendurkan segala ototnya, dan
kepalanya diangkat sedikit (diganjal bantal).
Kamar diterangi dengan cahaya biru indah, yang dipantulkan ke langitlangit,
dipusatkan pada satu tempat.
Langkah 2
Pasien diminta memandang bagian lagit-langit di mana cahaya terpusat,
selama sekitar satu menit;
Langkah 3
Atau (Alternatif lain), kamar diterangi seterangteran'gnya, dan pasien
dipersilahkan memandang gambar besar yang melukiskan mata
penghipnotis yang sedang memandang, dalam jarak kira-kira satu muter,
selama kira-kira satu menit.
Langkah 4
Putarlah rekaman dari penghipnotis, yang berisi berbagai macam sugesti
yang diperlukan untuk menimbulkan tidur hipnosa.
Langkah 5
Sebagai tambahan, penghipnotis memancarkan daya magnetisnya
dengan meluruskan tangan di depan pasien, telapak menghadap ke
bawah, dan jempol saling menyentuh.
Langkah 6
Lalu, lengan yang diluruskan itu disapukan di atas pasien ke arah
pinggang penghipnotis dengan gerak yang berirama, hingga pasien
hanyut ke dalam keadaan hipnosa.
Kegaiban metode ini ialah, bahwa pasien bisa menghipnotis dirinya sendiri
dengan menggunakan rekaman itu, semata-mata dengan swasugesti
yang direkam.
Subyek atau pasien bukan saja mendapat faedah dan manfaat dari tidur -
hipnosa, akan tetapi juga dari sugesti-sugesti kuat, dengan memakai
rekaman yang bisa berhenti sendiri, apabila subyek ingin hanyut ke dalam
tidur biasa, apabila segala sugesti-sugesti yang direkam diulangi
terusmenerus.
Sang subyek biasanya tertidur selama 20 menit, dan sesudahnya akan
merasa badannya segar, bahagia, dan puas. Lebih balk lagi bila setiap
subyek atau pasien dibuatkan rekaman sugesti secara spesifik, di bawah
pengawasan seorang ahli, disesuaikan dengan keadaan jiwa si subyek
atau pasien.
7. Metode Mata Buatan Alexander Cannon
Metode ini menggunakan mata buatan yang memandang tajam, berwarna
biru dan pusatnya sedang saja besarnya. Mata artifisial ini harus dibikin
sedemikian rupa, sehingga nampak membesar jika dipandang kira-kira
satu menit lamanya. Berikut ini Iangkah-langkahnya:
Langkah 1
Pasien duduk dalam posisi yang nyaman di kursi, kemudian Anda
meletakkan sepotong kain hitam di telapak tangan kirinya. Masukkan mata
buatan ke dalam kain itu, sehingga bola mata itu mengarah ke jurusan
Anda. Sekarang letakkan tangan kanan pasien di bawah tangan kirinya,
dan biarkan kedua tangannya beristirahat di atas pangkuan pasien.
Langkah 2
Katakanlah: "Anda memandang mata itu, dan melihat bahwa mata itu
membesar. Sesungguhnya seluruh mata berubah menjadi besar, menjadi
kabur."
Langkah 3
Perintahkan: "Anda akan tertidur nyenyak sekalI dalam waktu kurang dari
dua menit."
Langkah 4
Jika pasien tidak tidur dalam dua menit, maka gerakkan tangan kanan
Anda dari matanya ke arah mata buatan (mata subyeklpasien akan
mengikuti tangan Anda) dan memerintahkan subyekl pasien supaya tidur.
Langkah 5
Apabila suasana kamar sangat gelap, hendaknya Anda menyediakan
lampu kecil berwarna biru atau hijau, yang menyinari mata buatan yang
ada di tangan kiri pasien, dan pusatkan sinar ungu hipnoskop Anda ke
arah glabella. Biasanya dengan cepat timbullah keadaan hipnosa.
Dalam metode ini tak diberikan sugestisugesti tidur kecuali keteranganketerangan
permulaan dan perintah (jika perlu) yang diberikan ketika
tangan digerakkan di atas mata pasien dipejamkan. . Jika tidak
dipejamkan, berilah perintah: "Pejamkan mata Anda".
Memindahkan penyakit dari 'pasien kepada seseorang yang sudah
dihipnotis. Metode ini menunjukkan kekuatan mimicry (peniruan). Metode
ini pernah diterapkan dengan berhasil di klinik Luys di Paris.
Langkah 1
Pasien duduk dan memegangi erat-erat tangan orang yang sudah
dihipnotis.
Langkah 2
Anda mengusapkan sebatang besi magnetis naikturun pada badan kedua
subyek, khususnya ditekankan pada bagian-bagian jantung dan perut.
Langkah 3
Muncul rasa dingin 'dari tubuh subyek yang dihipnotis, dan ia mulai
mengeluh sakit, yang sama gejalanya dengan sakit yang diderita pasien.
Langkah 4
Dokter menanyakan gejala-gejala penyakitnya, kemudian meyakinkan
pasien bahwa ia akan sembuh.
Langkah 5
Pasien agar tetap memandang dan menyaksikan pemindahan tersebut,
menggeliat-geliat kesakitan sambil menirukan suara, dan gerak-geriknya
sampai pada bagian-bagian yang sekecil-kecilnya.
Langkah 6
Apabila dokter mengira keadaan-peniruan ini telah cukup, maka pasien
dibangunkan dan diberitahu bahwa ia tak merasa sakit lagi,
sesungguhnya subyek yang dihipnotis biasanya tak ingat akan apa yang
telah terjadi dalam keadaan somnambul dan iapun pergi dengan senang.
Langkah 7
Luys berpendapat bahwa subyek tidak saja mengoper sakitnya, tapi juga
mengambil-alih pribadi pasien, meniru seorang wanita dengan suara
kecilnya, dan seorang laki-laki dengan suaranya yang besar, dll.
lni sesungguhnya suatu cara yang kuno, yang agaknya ganjil dalam
zaman sekarang, tetapi sebagai eksperimen mengandung
pelajaranpelajaran berguna bagi mereka yang memang ingin menyelami
gejala-gejala ini. Dr. Alexander Cannon sering menggunakan cara ini,
karena mengetahui manfaat dari peniruan (mimicry) yang sempurna;
pengaruhnya yang besar terhadap pikiran sadar maupun bawah sadar.
Orang bisa menyembuhkan kebiasaan buruknya semata-mata dengan
melihat kebiasaan buruk itu pada diri orang lain. Banyak kebiasaan buruk
dan penyakit bisa disemb,hkan, jika gambaran tentang kebiasaan atau
penyakit dan akibat-akibatnya berhasil dicerminkan dalam pikiran pasien.
Cara sempurna yang kita ketahui sekarang ialah penggunaan subyek
dalam keadaan hipnosa somnambulsebagai peniru yang sempurna, Anakanak
pada umumnya Iebih mudah disembuhkan dengan cara ini, karena
anak-anak itu mudah menerima sugesti-sugesti.
Sugesti tanpa Hipnosa.
Di samping itu, Alexander Cannon juga mempunyai metode untuk
memberi sugestisugesti meskipun subyek tak usah dihanyutkan ke dalam
keadaan hipnosa lebih dulu. Metode ini adalah sbb:
Langkah 1
Andan memandang bagian atas tulang dada (balk tertutup dengan
pakaian atau tidak), dan dengan suara bergaya memerintahkan
mengatakan:
"Istirahat!...Kendurkan otot-otot Saudara!... .lepaskan kelelahan
Saudara!.... Tutup mata! ...Istirahat terusl...Jangan memperhatikan katakata
sayal....Saudara tak mengalami kesulitan apa-apa lagi; tidak raguragu,
tak ada perasaan tak mampu, tidak gelisah...."
Langkah 2
Jika pasien berbicara dengan gagap; maka katakana: "Saya jamin,
Saudara bisa berbicara secara sempurna. Selain itu. Saudara yakin pada
diri sendiri, sera tus persen. Saudara tidak akan gagap lagl.
Saudara akan berbicara lancar, yah, Saudara akan menjadi juru pidato
ulung. Saudara tak akan mengalami kesukaran apa-apa, Saudara akan
menganggap segala-galanya mudah saja. Saudara percaya pada diri
sendiri sepenuhnya, dan mampu melakukan apa saja. Saudara akan
selalu berhasil"
Langkah 3
Pembicaraan ini memerlukan waktu kira-kira lima menit. Setelah itu,
katakanlah: "Pejamkan mata Saudara, dan jangan memikirkan apa-apa':
Biarkan mata Saudara tertutup hingga saya minta supaya Saudara buka
lagi"
Langkah 4
Anda meninggalkan ruangan, dan masuk lagi dalam waktu kira-kira 10
menit, dan Anda ulangi apa yang tercantum pada Iangkah 1, 2, dan 3.
Langkah 5
Anda ulangi Iangkah ke-4, kemudian istirahat dulu. Lalu ulangi hanya
Iangkah 1 dan 2, dan memesan pasien, supaya datang kembali tiga hari
kemudian (jika ia belum sembuh). Sepuluh atau dua puluh kali kunjungan
biasanya cukup untuk menyembuhkan pasien. Kalau pasien mendengar
apa yang Anda katakan, metode tersebut di atas berarti gagal. Sungguh
penting, bahwa pasien tidak mendengarkan, karena jika ia tidak
mendengarkan, kata-kata itu mempengaruhi bawah sadarnya, bukan
kesadarannya.
Subyek dan pasien adalah orang-orang yang gelisah. Dalam hal ini, Anda
menutup saja mata mereka dengan jari Anda; jangan berkata apaapa.
Letakkan saja tangan Anda di atas jidatnya, dan usaplah jidat ini perlahanlahan.
Teruskan berbuat seperti itu selama kira-kira 7 menit, sementara
tetap memegangi tangan. Setelah sesi tanpa kata-kata ini berakhir,
jabatlah tangan pasien, namun tetaplah tidak berbicara. Jika pasien tidak
sembuh, hendaknya Anda menyuruh pembantu atau sekretaris Anda
mengadakan janji dengan pasien itu untuk Anda.
Pasien itu akan sembuh. Pasien yang gelisah menjadi tenteram dan
hilang kekuatirannya; orang-orang Iumpuh karena hysteria yang diangkut
di kursi atau ambulans, bisa berjalan lagi. Orang yang kehilangan suara,
pada kunjungan berikutnya (jika ia belum sembuh), menyerah kepada
metode sugesti dengan kata-kata seperti yang tertera pada langkah
pertama sampai kelima. Menurut Delboeuf, yoga dan praktik-praktik okult
kaum fakir India dilakukan dengan cara ini.
Kita bisa mendengar denyut jantung sendiri, jika kita berbaring di tempat
tidur pada malam hari; jika segala-sesuatu sunyi tenteram dan
pancaindera kita tak bekerja, dan sedikit banyak kita bisa mempercepat
dan memperlambat denyutjantung itu semau kita. Kita bisa memikirkan
kaki kita menjadi hangat, bahkan panas, dan beberapa menit kemudian
.memusatkan pikiran secara itu, kaki menjadi betul-betul hangat. Orang
yang menganggap bahwa is menderita penyakit tertentu (sesungguhnya
tidak), pada suatu waktu bisa menderita sakit seperti yang
dibayangkannya. Bahkan ia bukan saja menderita penyakit itu, mungkin
bisa coati karenanya.
Mengenai swasugesti, Napoleon dan juga Coste de Lagrave bisa tidur
sekehendak hatinya, dan bisa bangun pada waktu yang ditentukan
sendiri. Cara melakukannya ialah berbaring, memusatkan perhatian
kepada gagasan "tidur", dan gagasan bahwa mereka terbangun setelah
lewat beberapa menit tertentu (pikiran tak sadar tabu betul mengenai
waktu yang telah lewat dengan tepat). Merekan bahkan bisa menciptakan
mimpi yang mereka inginkan, dan menimbulkan halusinasi indera
sedemikian rupa, sehingga kadang-kadang mereka khawatir jika keadaan
yang diciptakan itu berlangsung lama.
Dengan swasugesti, mereka bisa menyembuhkan dirinya sendiri dari
penyakit colica (perut mulas), gastrodinia (sebangsa penyakit lambung),
dan lainlainnya. Caranya ialah dengan memejamkan mata, kemudian
memusatkan pikirannya pada bagian tubuh yang mereka ingin pengaruhi.
Paling lama seperempat jam, sakit itu lenyap. Inilah hakikat dan dasar
penyembuhan berdasarkan tehnik pemusatan pikiran (healing mind).
Dengan berlatih pemusatan pikiran, kita pun dapat melakukannya. Di
Asia, penyembuhan dengan cara ini sudah diketahui sejak lama, dan para
Yogi serta fakir adalah orang-orang yang ulung dalam hal menguasai
badan oleh pikiran.



Author: Ahmed_Shawan

Ahmed Shawan is a tech-blogger, web-developer, and a student. He's blogging since 2012 on blogging tips, tricks, widgets, cms etc on Wild Blogger Tricks. You may learn more about him here →

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogroll

Recepies

Flickr Images

Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Hipnotis Book - All Rights Reserved
Template Created by WBT Networks Published by WildBloggerTricks
Proudly powered by Blogger